Upaya ekonomi merupakan upaya rekonsiliasi Korea Utara dan Selatan yang sempat berhasil walaupun hubungan keduanya kembali memburuk. Korea Selatan sendiri menjadi partner dagang terbesar kedua Korea Utara setelah China. Korea Selatan sendiri memiliki dinamika ekonomi yang naik-turun sebelum menjadi salah satu negara dengan perekonomian tertinggi di dunia saat ini. Pada awalnya sejak tahun 1940 hingga 1945, perekonomian Korea sangat tergantung dengan Jepang sebagai pemerintah kolonialnya. Keadaan ekonomi Korea Selatan berlanjut dengan ritme yang tidak begitu bagus setelah meletusnya perang dengan korea Utara di tahun 1950an. Setelah perang selesai, pada tahun 1953 hingga 1960 ekonomi Korea Selatan bergantung pada financial aid dan foreign assistance. Pada tahun 1962, pemerintah Korsel mencoba mengatur sistem ekonominya, dimana pemerintah mengatur sistem fiskal dan moneter serta budget dan tax reform.
Pertumbuhan ekonomi Korea Selatan sendiri dimulai pada tahun 1964, dimana terjadi kenaikan GNP sebanyak 9 persen, hingga pada tahun 1971, komoditi ekspor Korsel mencapai $1,132 juta dan ekspor manufaktur mencapai 86% dari total komoditas ekspor (Frank, Kim, & Larry, 1975:19). Perekonomian Korea Selatan kembali jatuh ketika terjadi krisis Asia di tahun 1997, dimana hal ini mengantarkan Korsel menjadi pasien IMF dan dan berada di dalam pantauan IMF hingga tahun 2000, dimana Korea Selatan berhasil meningkatkan GDP nya hingga 10.9%.
Saat ini Korea Selatan menduduki peringkat 7 dalam trading-partner US, dan menjadi negara dengan perekonomian terbesar ke-15 di dunia (US Department of State Diplomacy, 2012). Saat ini perekonomian Korea Selatan sedang mengalami perubahan dari centrally-planned government directed investment menjadi market oriented model. Hal ini tidak terlepas dari munculnya chaebol (perusahaan raksasa) Korea Selatan yang menguasai pasar dunia, seperti merk automobile Hyundai dan KIA, serta produk eletronik Samsung dan LG.
Saat ini Korea Selatan juga tengah mengembangkan pasarnya ke US dengan KORUS FTA atau Korea-US Free Trade Agreements yang disepakati pada tahun 2011 dan menjadi FTA terbesar kedua US setelah NAFTA dan FTA terbesar kedua Korea Selatan setelah Korea-European Union FTA. Hal ini membuat Korea Selatan menjadi salah satu motor perekonomian dan macan Asia di Asia Timur.

Komentar
Posting Komentar